Stres Bisa Sebabkan Rambut Rontok? Ini Penjelasannya

berita Kabupaten Buru  berita terbaru Maluku  Jakarta (MataMaluku) – Stres bisa menyebabkan rambut rontok karena tekanan fisik maupun emosional dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Salah satu kondisi yang sering berkaitan dengan stres adalah telogen effluvium, yaitu kerontokan sementara ketika banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat secara bersamaan. Rambut rontok sebenarnya merupakan bagian normal dari siklus pertumbuhan rambut. Namun, kerontokan yang tiba-tiba meningkat atau terjadi terus-menerus perlu diperhatikan karena dapat dipengaruhi berbagai faktor. Bagaimana Stres Menyebabkan Rambut Rontok? Ketika mengalami stres, tubuh merespons dengan meningkatkan sejumlah hormon, termasuk kortisol. Jika stres berlangsung berat atau berkepanjangan, perubahan tersebut dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Dalam kondisi normal, rambut melewati beberapa tahap, yakni fase pertumbuhan, fase istirahat, dan fase kerontokan. Tekanan tertentu pada tubuh dapat membuat lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat lebih cepat. Beberapa waktu kemudian, rambut yang berada dalam fase tersebut akan mengalami kerontokan. Karena prosesnya tidak selalu terjadi segera setelah stres, rambut rontok akibat stres sering kali baru terlihat beberapa bulan setelah pemicunya terjadi. Mengenal Telogen Effluvium Telogen effluvium merupakan salah satu jenis rambut rontok yang umumnya bersifat sementara. Kondisi ini dapat muncul setelah tubuh mengalami tekanan fisik maupun emosional. Selain stres psikologis, telogen effluvium dapat dipicu sakit berat, demam tinggi, operasi, penurunan berat badan secara cepat, kekurangan nutrisi, atau perubahan hormonal tertentu. Ciri yang umum terlihat adalah rambut rontok lebih banyak saat mandi, menyisir, atau ketika rambut disentuh. Penipisan biasanya terjadi secara menyeluruh pada kulit kepala, bukan hanya di satu area. Kabar baiknya, rambut rontok akibat kondisi ini umumnya tidak bersifat permanen. Setelah faktor pemicu teratasi, pertumbuhan rambut dapat kembali secara bertahap dalam beberapa bulan. Tidak Semua Rambut Rontok karena Stres Meski stres dapat memicu rambut rontok, tidak semua kerontokan disebabkan oleh stres. Ada sejumlah faktor lain yang juga dapat berperan, seperti keturunan, perubahan hormon, kondisi kesehatan tertentu, kekurangan nutrisi, efek obat, hingga kebiasaan perawatan rambut. Pola kerontokan dapat memberikan gambaran mengenai penyebabnya. Telogen effluvium cenderung menyebabkan rambut menipis secara menyeluruh dan muncul relatif cepat. Sementara itu, kerontokan akibat faktor keturunan biasanya berkembang secara lebih perlahan. Karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebab rambut rontok hanya berdasarkan kondisi psikologis. Cara Mengurangi Risiko Rambut Rontok Jika rambut rontok semakin banyak setelah melewati periode penuh tekanan, perhatikan kondisi tubuh secara keseluruhan. Menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mengelola stres dengan cara yang sehat dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan rambut. Kebiasaan perawatan rambut juga perlu diperhatikan. Hindari penggunaan alat penata rambut dengan suhu panas secara berlebihan dan jangan mengikat rambut terlalu kencang karena dapat meningkatkan risiko kerusakan rambut. Beberapa helai rambut yang ditemukan di bantal atau kamar mandi juga tidak selalu menjadi tanda masalah. Rambut memang mengalami kerontokan alami setiap hari. Yang perlu diperhatikan adalah perubahan yang jelas dari kondisi biasanya, seperti rambut menipis dengan cepat atau jumlah rambut yang rontok terus meningkat. Kapan Harus ke Dokter? Jika rambut rontok berlangsung lama, semakin parah, menyebabkan bagian kulit kepala terlihat jelas, atau disertai keluhan lain pada kulit kepala, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab kerontokan dan memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan stres atau disebabkan faktor lain yang membutuhkan penanganan. Jadi, stres memang bisa menyebabkan rambut rontok, tetapi bukan satu-satunya penyebab. Pada banyak kasus, kerontokan yang berkaitan dengan stres bersifat sementara dan pertumbuhan rambut dapat kembali setelah tubuh pulih serta faktor pemicunya teratasi.